Makalah Kawasan Desain Pesan Dalam Teknologi Pendidikan


PENGANTAR
            Alhamdulillah , segala puji kehadirat Allah SWT beserta solawat dan salam teruntuk Nabi Muhammad Rasulillah SAW. Dalam memulai penulisan makalah ini kami mengawali dengan pujian dan solawat agar tercurah keberkahan dan rahmat-Nya kepada kita semua, Aamiin.
            Makalah ini berjudul “Kawasan Desain Pesan Teknologi Pendidikan” yang telah selesai ditulis melalui kerjasama kelompok yang luar biasa. Penulis menyadari akan segala kekurangan dalam penyusunan makalah ini dari segi referensi maupun pemikiran, dan penulis berharap semoga ada sedikit manfaat dari makalah ini untuk pembaca.
Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk menyempurnakan makalah ini, atas kerjasamanya penulis ucapkan terimakasih.
Billahi fii sabilil haq fastabiqul khoirot.


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, Misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dansebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu,desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran.                                                                             
Desain pembelajaran sebagai proses. Merupakan pengembangan sistematis tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori belajar untuk menjamin mutu pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta system penyampaiannya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan bahan dan kegiatan pembelajaran, uji coba dan penilaian bahan, serta pelaksanaan kegiatan pembelajarannya.

B.     Rumusan Masalah
                  Bertitik tolak dari latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1.      Apa pengertian desain pesan ?
2.      Bagaimana pemanfaatan desain pesan ?
3.      Apa Aplikasi Desain Pesan dalam Kawasan Teknologi Pendidikan



C.      Tujuan Makalah
Bertitik tolak dari rumusan masaalah diatas, maka yang menjadi tujuan makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui pengertian dasain pesan
2.      Untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan desain pesan
3.      Untuk mengetahui aplikasi Desain Pesan dalam Kawasan Teknologi Pendidikan


BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Desain Pesan
Desain dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti kerangka, bentuk ataupun rancangan.[1] Sedangkan pesan berarti perintah, nasihat, permintaan, ataupun amanat yang disampaikan lewat orang lain.[2]
Dalam bukunya Dick dan Carey, desain diartikan sebagai proses pemecah masalah yang ada. Tujuan sebuah desain adalah untuk mencapai solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan memanfaatkan sejumlah informasi yang tersedia. Dengan demikian, suatu desain akan muncul karena kebutuhan manusia untuk memecahkan suatu persoalan. Melalui suatu desain orang biasa melakukan langkah-langkah yang sistematis untuk memcahkan suatu persoalan yang dihadapi. Dengan demikian suatu desain pada dasarnya adalah suatu proses yang bersifat lineal yang diawali dengan penentuan kebutuhan, kemudian mengembangkan rencana untuk merespon kebutuhan tersebut, selanjutnya rancangan tersebut diujicobakan dan akhirnya dilakukan proses evaluasi untuk menentukan hasil tentang efektivitas rancangan (desain) yang disusun.[3]
Pesan adalah informasi yang akan disampaikan oleh komponen lain, dapat berupa ide, fakta, makna dan data. Pandangan lain dikemukakan bahwa message atau pesan pada dasarnya adalah hasiloutput dan encording. Atau dengan kata lain pesan bentuknya bias berupa kalimat pembicaraan lisan, tulisan, gambar, peta, ataupun tanda/impulse/sinyal dan sebagainya.[4]
Menurut Barbara B. Seels dan Rita C. Richey dalam buku teknologi pembelajaran  desain pesan adalah perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan. Hal tersebut mencakup prinsip-prinsip perhatian, persepsi dan daya serap yang mengatur penjabaran bentuk fisik dari pesan agar terjadi komuniksai antar pengirim dan penerima.
Pesan dibatasi pada pola-pola isyarat atau symbol yang memodifikasi perilaku kognitif, efektif dan fisikomotor. Desain pesan berurusan dengan tingkat paling mikro melalui unit-unit kecil seperti bahan visual, urutan, halaman dan layer secara terpisah. Karakeristik lain dari desain pesan ialah bahwa desain harus bersifat spesifik baik terhadap baik terhadap medianya maupun tugas belajarnya. Hal ini mengandung arti bahwa prinsip-prinsip desain pesan akan berbeda tergantung pada apakah medianya bersifat statis, dinamis atau kombinasi dari keduanya (misalnya, suatu potret, film atau grafik computer). Juga apakah tugas tersebut meliputi pembentukan konsep atau sikap, pengembangan keterampilan atau strategi, atau hafalan.[5]

B.     Pemanfaatan Desain Pesan Teknologi Pendidikan
Pemanfaatan merupakan turunan kata dari kata ’Manfaat’, yakni suatu penghadapan yang semata-mata menunjukan kegiatan menerima. Penghadapan tersebut pada umumnya mengarah pada perolehan atau pemakaian yang hal-hal yang berguna baik di pergunakan secara langsung maupun tidak langsung agar dapat bermanfaat. 
Sedangkan menurut Prof. Dr. J.S. Badudu dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, mengatakan bahwa ”Pemanfaatan adalah hal, cara, hasil kerja dalam memanfaatkan sesuatu yang berguna”.[6]
Ada tiga langkah pokok dalam mendesain pesan bila menggunakan pendekatan system, yaitu : menentukan masalah, mengembangkan alternative pemecahan masalah dan menilai pelaksanaan alternative yang dipilih untuk di revisi. Penyususnan rancangan pesan dihubungkan dengan pertemuan tatap muka untuk pencapaian tujuan belajar tertentu saja.
Langkah-langkah pemanfaatan desain pesan pembelajaran menurut Jerrord E. Kemp terdiri dari delapan langkah, yaitu :
1.      Menentukan tujuan instruksional umum (TIU) atau kompetensi dasar, yaitu tujuan umum yang ingin dicapai dalam mengajarkan masing-masing pokok bahhasan.
2.      Membuat analisis tentang karakteristik siswa. Analisis ini diperlukan antara lain untuk mengetahui apakah latar belakang pendidikan dan sosial budaya siswa memungkinkan untuk mengikuti program, serta langkah-langkah apa yang perlu diambil.
3.      Menentukan tujuan instruksional secara spesifik, operasional dan terukur (dalam KTSP adalah indikator). Dengan demikian siswa akan tahu apa yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan apa ukurannya bahwa ia telah berhasil. Bagi guru, rumusan itu akan berguna dalam menyusun tes kemampuan/keberhasilan dan pemilihan materi/bahan belajar yang sesuai.
4.      Menentukan materi/bahan ajar yang sesuai dengan tujuan instruksional khusus (indikator) yang telah dirumuskan. Masalah yang sering dihadapi guru-guru adalah begitu banyaknya materi pelajaran yang harus diajarkan dengan waktu yang terbatas. Demikian juga, timbul kesulitan dalam mengorganisasikan materi/bahan ajar yang akan disajikan kepada para siswa. Dalam hal ini diperlukan ketepatan guru dalam memilih dan memilah sumber belajar, materi, media, dan prosedur pembelajaran yang akan digunakan.
5.      Menetapkan penjajagan atau tes awal (pressessment). Ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan awal siswa dalam memenuhi prasyarat belajar yang dituntut untuk mengikuti program pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dengan demikian, guru dapat memilih materi yang diperlukan tanpa harus menyajikan yang tidak perlu, sehingga siswa tidak menjadi bosan.
6.      Menentukan strategi belajar mengajar, media dan sumber belajar. Kreteria umum untuk pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksiomal khusus (indikator) tersebut, adalah efisiensi, keefektifan, ekonomis, kepraktisan, melalui suatu analisis alternatif.
7.      Mengoordinasikan sarana penunjang yang diperlukan, meliputi biaya, fasilias, peralatan, waktu dan tenaga.
8.      Mengadakan evaluasi. Evaluasi ini sangat perlu untuk mengontrol dan mengkaji keberhasilan program secara keseluruhan, yaitu siswa, program pembelajaran, alat evaluasi (tes), dan metode/strategi yang digunakan.
Semua komponen diatas saling berhubungan satu dengan yang lainnya, bila adanya perubahan atau data yang bertentangan pada salah satu komponen mengakibatkan pengaruh pada komponen lainnya. Dalam lingkungan model Kemp menunjukkan kemungkinan revisi tiap komponen bila diperlukan. Revisi dilakukan dengan data pada komponen sebelumnya. Berbeda dengan pendekatan sistem dalam pembelajaran, perencanaan desain  pembelajaran ini bisa dimulai dari komponen mana saja, jadi perencanaan desain boleh dimulai dengan merencanakan pokok bahasan lebih dahulu, atau mungkin dengan evaluasi. Komponen mana yang didahulukan serta di prioritaskan yang dipilih bergantung kepada data apa yang sudah siap, tersedia, situasi, dan kondisi sekolah atau bergantung pada pembuat perencanaan itu sendiri.[7]
C.     Aplikasi Desain Pesan dalam Kawasan Teknologi Pendidikan
Arti kata aplikasi dalam Kbbi adalah penggunaan ataupun penerapan. Sedangkan menurut Ibisa aplikasi adalah alat bantu untuk mempermudah dan mempercepat proses pekerjaan dan bukan merupakan beban bagi penggunanya.[8]
Jadi melihat dua pengertian diatas pemakalah mengartikan kata aplikasi sebagai media dalam desain pesan. Macam macam media dalam desain pesan meliputi :
1.     Media Grafis
Media grafis termasuk media visual yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber kepenerima pesan, dimana pesan dituangkan melalui lambang atau simbol komunikasi visual.
Jenis media grafis adalah:
a.       Media Bagan ( Chart )
Ada beberapa jenis bagan yaitu:
1)     Bagan Pohon
2)     Bagan Organisasi
3)     Bagan Arus
4)     Bagan Garis Waktu

b.      Grafik ( Grafik )
Ada beberapa jenis grafik yang telah lazim dan namun diketahui, yakni:
1)     Grafik garis atau kurva ( line graph )
2)     Grafik batang ( bar graph )
3)     Grafik Lingkaran
4)     Grafik simbol
5)     Grafik peta dan globe

c.       Media Diagram
d.      Poster
e.       Karikatur dan kartun
f.        Media Gambar atau Foto
2.     Media Visual Dua Dimensi
Media visual dua dimensi merupakan media yang bersifat elektronik yang diproyeksi dan terdiri dari perangkat perangkat keras dan perangkat lunak. Ada beberapa jeni media visual dua dimensi ini adalah:
a.       Overhead Proyector ( OHP )
b.      Slide
c.       Filim Strip

3.     Media Audio
Media audio berkaitan dengan indra pendengar, dimana pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal ( kedalam kata-kata atau bahasa lisan ) maupun non verbal. Ada beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio yaitu:
a.       Radio
b.      Laboratorium bahasa
4.     Media Audio Visual Gerak
Media audio visual gerak dapat berupa:
a.       Filim Bersuara
Film yang dimaksud disini adalah filim sebagai alat audio visual untuk pelajaran, penerangan atau penyuluhan.
b.      Televisi
Televisi adalah perlengkapan elektronik yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara.[9]
BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Desain pesan adalah perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan. Hal tersebut mencakup prinsip-prinsip perhatian, persepsi dan daya serap yang mengatur penjabaran bentuk fisik dari pesan agar terjadi komuniksai antar pengirim dan penerima.
Langkah-langkah pemanfaatan desain pesan pembelajaran menurut Jerrord E. Kemp terdiri dari delapan langkah, yaitu :
1.      Menentukan tujuan instruksional umum (TIU)
2.      Membuat analisis tentang karakteristik siswa.
3.      Menentukan tujuan instruksional secara spesifik, operasional dan terukur (dalam KTSP adalah indikator).
4.      Menentukan materi/bahan ajar yang sesuai dengan tujuan instruksional khusus (indikator) yang telah dirumuskan.
5.      Menetapkan penjajagan atau tes awal (pressessment).
6.      Menentukan strategi belajar mengajar, media dan sumber belajar.
7.      Mengoordinasikan sarana penunjang yang diperlukan, meliputi biaya, fasilias, peralatan, waktu dan tenaga.
8.      Mengadakan evaluasi.
Macam macam media dalam desain pesan meliputi :
1.      Media Grafis
2.      Media Visual Dua Dimensi
3.      Media Audio
4.      Media Audio Visual Gerak
DAFTAR PUSTAKA

Asnawir dan M. Basyirudin Usman, Media Pembelajaran, 2002, Jakarta : Ciputat Pers.

Barbara B. Seels dan Rita C. Richey, Teknologi Pembelajaran Definisi dan Kawasannya, 1994, Jakarta: Universitas  Negeri Jakarta.

Hamzah B Uno, Perencanaan Pembelajaran, 2011, Jakarta: PT. Bumi Aksara.


Rusman, Model - Model Pembelajaran, 2012, Banjarmasin            :Rajagrafindo Persada.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008, Jakarta : Pusat Bahasa.

Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembalajaran, 2010, Jakarta: Kencana.


Mohon Maaf Untuk Footnote kami Non AKtifkan untuk Mencegah Plagiatisme.......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Kasus Pelanggaran Kode Etik Guru Republik Indonesia

Makalah Asal Asul Tasawuf

MAKALAH PROBLEMATIKA PENENTUAN ARAH KIBLAT